Sejak dulu perempuan selalu di nomer duakan, dianggap lemah, tidak bisa melawan, hanya bisa menangis, hanya melayani dan mengurus suami kelak tanpa bantahan sedikitpun. Bahkan Sejak dulu, kehidupan seorang perempuan seperti dikelilingi sebuah tembok. Kami tak boleh sekolah tinggi-tinggi, kami tak dapat bebas mengeluarkan pendapat, kami tak bisa bersosialisasi dengan leluasa. Karena para orang tua hanya beranggapan anak perempuan itu kelak hanya mengurus tiga hal saja SUMUR-DAPUR-KASUR.
Perempuan memang memiliki jiwa yang lemah lembut, penuh kasih sayang dan lebih perasa dibandingkan laki-laki. Perempuan memang memiliki keterbatasan fisik sehingga dianggap lemah. Tapi kami juga punya hati, punya keinginan untuk lebih maju, punya cita-cita. Kami memang lemah, kami memang memiliki keterbatasan, tapi apa kami tidak bisa sejajar dengan kaum laki-laki?
Sebagai seorang perempuan, gw sangat bersyukur Kartini dilahirkan di muka bumi, dialah sang pendobrak budaya, sang pelopor EMANSIPASI. Gw sangat mengagumi sosoknya, yang merubah cara pandang seorang perempuan, bagaimana seorang perempuan itu dihormati dan sangat layak disejajarkan dengan kaum adam.
Gw sangat bersyukur hidup di jaman dimana perempuan sudah bisa dengan bebas mengekspresikan dirinya. Dimana sekarang perempuan sudah bebas berpendapat, bebas mengenyam pendidikan setinggi mungkin, bisa mengerjakan pekerjaan laki-laki, bahkan menjadi seorang presiden dan pemimpin organisasi dunia.
Gw memang bukan perempuan yang lembut dan lemah gemulai, bukan perempuan yang suka bersolek dan berhias. Tapi gw sangat bangga menjadi seorang perempuan.
Kami memang tak bisa menghindari kodrat kami, sebagai seorang istri yang mengabdikan diri kepada suami. Tapi sekali lagi, kami bukan untuk direndahkan, tapi bersama laki-laki, kami akan berkarya, membangun dunia dan mencetak generasi penerus bangsa.

No comments:
Post a Comment